Maret 19, 2009 — Dadan Wahidin
Pendahuluan
Berbicara tentang pendidikan, maka membahas perkembangan peradaban manusia. Perkembangan pendidikan manusia akan berpengaruh terhadap dinamika sosial-budaya masyarakatnya. Sejalan dengan itu, pendidikan akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan kebudayaan. Banyak pendapat para tokoh pendidikan yang kemudian berdampak terhadap peradaban manusia. Tulisan ini akan mendeskripsikan pendapat tentang arti pentingnya pendidikan bagi manusia, serta sasaran pendidikan secara umum di Indonesia.
1.Dari masa perkembangan peradaban kuno sampai munculnya abad “pencerahan†(renaisance) di eropa, bidang pendidikan mendapat tempat utama dan strategis dalam kehidupan pemerintahan. Pendidikan merupakan yang paling utama, hal itu setidaknya dapat kita lihat dari pendapat beberapa ahli berikut ini;
Jean Jaqques Rosseau, seorang tokoh pembaharu Perancis menyebutkan, Semua yang kita butuhkan dan semua kekurangan kita waktu lahir, hanya akan kita penuhi melalui pendidikan.
2.Aristoteles, ahli filsafat Yunani kuno berpendapat, bahwa perbaikan masyarakat hanya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu meperbaiki sistem pendidikan.
3.Van de venter, tokoh politik ETIS atau balas budi, yang menjadi tonggak awal perkembangan munculnya golongan terpelajar Indonesia juga mengatakan, Pendidikan yang diberikan kapada rakyat pribumi, akan dapat merubah nasib pribumi,
4.Tokoh Pendiri nasional yakni Ir. Soekarno dan Ki Hajar Dewantara, juga menyebutkan bahwa satu-satunya yang dapat mengubah nasib suatu bangsa hanyalah Pendidikan.
Selanjutnya menurut UNESCO, badan PBB yang menangani bidang pendidikan menyerukan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia bahwa, jika ingin membangun dan berusaha memperbaiki keadaan seluruh bangsa, maka haruslah dari pendidikan, sebab pendidikan adalah kunci menuju perbaikan terhadap peradaban.oleh karena itu UNESCO merumuskan bahwa pendidikan itu adalah:
1. Learning how to think (Belajar bagaimana berpikir)
2. Learning how to do (Belajar bagaimana melakukan)
3. Learning how to be (Belajar bagaimana menjadi)
4. Learning how to learn (Belajar bagaimana belajar)
5. Learning how to live together (Belajar bagaimana hidup bersama)
Dengan demikian, jelaslah bahwa pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting dan mutlak bagi umat manusia. Oleh karena itu, tidaklah sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Tujuan pendidikan sesungguhnya menciptakan pribadi yang memiliki sikap dan kepribadian yang positif. Sikap dan kepribadian yang positif antara lain:
•Memiliki dan bangga berkompetensi, yakni memiliki Ilmu pengetahuan
•Bangga berdisiplin
•Tahan mental menghadapi kesulitan hidup
•Jujur dan dapat dipercaya (memiliki karakter yang baik dan integritas yang baik atau suka bekerjasama dalam tim)
•Memiliki pola pikir yang rasional dan ilmiah
•Bangga bertanggung jawab
•Terbiasa bekerja keras
•Mengutamakan kepedulian terhadap sesamanya
•Mengutamakan berdiskusi dari pada berdebat (not conflict but consensus)
•Hormat pada aturan
•Menghormati hak-hak orang lain
•Memiliki moral dan etika yang baik
•Mencintai pekerjaan
•Suka menabung
Menghasilkan manusia Indonesia seperti keadaan di atas merupakan keinginan insan pendidikan. Semua pendidik dan tenaga kependidikan di negeri ini harus memahami hal itu sehingga dalam melaksanakan setiap aktivitas belajar-mengajar, tidak hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan kepada warga didik (warga belajar), tetapi kita harus membimbing mereka melalui melalui motivasi dan contoh keteladanan yang bermuara pada pembinaan sikap (behaviour) maupun etika/moral peserta didik ataupun warga belajar.
Sasaran Pendidikan Indonesia
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, akan mewujudkan pendidikan Indonesia sebagai proses pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya. Pernyataan itu akan termanifestasikan dalam 3 hal yaitu:
1. Penguasaan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
2. Estetika (Seni)
3. Moral dan Etika
Dengan demikian jelaslah bahwa pendidikan itu tidaklah sekedar transfer of knowledge. Pendidikan itu juga harus belajar tentang behaviour, etika-moral dan mental anak didik.
Presiden R.I. Susilo Bambang Yudhoyono, pada acara Hari Anak Nasional, mengatakan Bahwa Bangsa yang pendidikannya jelek tidak maju, Bangsa yang maju adalah bangsa yang produktif, inovatif, dan cerdas, di samping memiliki akhlak dan kepribadian yang baik, sehat jasmani dan rohani dan rukun satu sama lain.
Wakil Presiden Yusuf Kalla, dalam menyikapi pro dan kontra tentang standarisasi Ujian Nasional (UN) menegaskan, Anak-anak yang yang telah belajar keras dan sungguh-sungguh tidak boleh disamakan dengan anak-anak yang malas,hal itu tidak benar, karena negara Indonesaia tidak dibangun dengan kemalasan, namun harus dengan kerja keras.
Tentunya,tujuan dan sasaran pendidikan di atas akan dapat tercapai melalui peran aktif semua pihak yang terlibat yakni orangtua, tenaga pendidik, siswa-siswi, pemerintah, dan masyarakat, serta keberadaan dana pendidikan yang cukup pula. Di Indonesia, proses pendidikan belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat, sehingga apa yang menjadi sasaran pendidikan tersebut belum dapat diwujudkan. Keadaan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, jumlah penduduk yang sangat besar, kondisi geografis Indonesia yang luas serta belum maksimalnya peran serta seluruh komponen bangsa menjadi kenyataan yang dapat memperlambat proses pembangunan pendidikan nasional. Namun berbagai upaya signifikan telah dilakukan pemerintah untuk mempercepat pembangunan pendidikan nasional, penetapan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN maupun APBD (Sesuai pasal 31 ayat 3 UUD 1945) menjadi indikator utama dimulainya percepatan peningkatan mutu pendidikan Indonesia, pembenahan kurikulum nasional, penataan mutu tenaga pendidik yang simultan dilakukan diharapkan akan membawa perubahan ke arah terciptanya manusia Indonesia yang berpendidikan baik, bermoral, dan berdaya saing tinggi.
Penutup
Pendidikan memegang peran penting dalam pembangunan nasional. Melalui pendidikan yang baik, akan “terlahir†manusia Indonesia yang mampu bersaing di era globalisasi bercirikan high competition. Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai tampak dengan adanya prestasi anak-anak bangsa pada tingkat internasional. Perolehan medali pada berbagai event sains tingkat dunia, peningkatan rating Human Development Index (HDI) manusia Indonesia, pemberantasan buta aksara yang gencar dilakukan baik melaui jalur pendidikan fomal terutama oleh jalur pendidikan nonformal, penanggulangan angka putus sekolah melalui program pendidikan kesetaraan untuk mensukseskan Program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun dan juga upaya pemberian kecakapan dan keterampilan hidup kepada masyarakat, upaya meningkatan minat baca masyarakat sampai ke pelosok desa, menjadi usaha dan prestasi nyata yang telah dan akan tetap kita lakukan kita torehkan saat ini. Prestasi terbaru pendidikan Indonesia adalah masuknya 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) nasional ke dalam kelompok 500 perguruan tinggi terbaik dunia. Melihat kesungguhan yang begitu besar dari pemerintah, maka sudah selayaknya kita sebagai anak bangsa, terutama yang bergerak pada sektor pendidikan, baik formal, nonformal, maupun in-formal, menyatukan langkah dan pikiran untuk bersama-sama membantu pemerintah meningkatan pendidikan nasional untuk menghasilkan masyarakat Indonesia yang cerdas, terampil dan berbudi pekerti yang baik demi terwujudnya tujuan negara Indonesia yakni masyarakat Indonesia yang adil dan makmur
Selasa, 19 Mei 2009
Senin, 11 Mei 2009

Kamu lebih baik menghentikan ini: Merokok
Meskipun industri rokok sudah menghabiskan 50 tahun lewat menyangkal sebuah hubungan antara merokok dan penyakit, industri rokok juga sudah mendedikasikan sebuah jumlah yang leas dari waktu dan uang untuk mengembangkan suatu rokok yang “amam”.
Sebuah rokok yang aman yang dapat memuaskan permintaan perokok baik untuk rasa maupun pengiriman nikotin dan menentramkan kesehatan public yang memperhatikan kesucian. Grail dari industri tembako. Perusahaan yang datang dengan ini pertama suka dapat mendominasi keseluruhan industri dengan penjualan rokok newfangled pada suatu bayaran berarti dan merebut pasar berbagi dari para pesaingnya.
Sesungguhnya, pada tahun 1950 an, peneliti Philip Morris sudah melihat potensi dari sebuah “kesehatan” rokok dan bahkan memulai untuk menyarankan agar perusahaan dapat memodali terhadap kesehatan dengan mengakui bahwa rokok adalah berbahaya. “ Buktinya adalah membangun bahwa merokok berat menyebabkan kanker paru-paru, “ menulis seorang ilmuwan Philip Morris pada bulan July 1958. Dia kemudian menyarankan agar perusahaan mempunyai “keberanianuntuk melompat ke sisi lain dari pagar.,” dan agar perusahaan mempunyai sebuah “keterangan tentang amunisi” untuk meyerang para pesaingnya yang tidak mempunyai rokok yang lebih aman.
Tetapi beberapa factor sudah mengerti dalam jalan dari perkembangan sebuah rokok yang lebih aman. Pengambilan racun keluar dari cigarette rokok sudah kembali menjadi suatu tantangan teknologi. Masalah terbesar sedang mempertahankan rasa dan sensasi merokok yang para perokok sangat inginkan - begitu jauh, tidak ada perusahaan yang sudah melewati rintangan tersebut. Dan para pengacara industri menolak keras terhadap saran agar pembuat rokok memulai pada penelitian untuk membuat rokok yang aman keluar dari ketakutan trik masalah legal seperti meneliti akan menciptakan untuk keseluruhan industri. Patrick Sheehy, Kepala eksekutif British American Tobacco, menulis pada tahun 1986 bahwa penelitian rokok yang aman akan menjadi pengakuan tak terucapkan bahwa rokok itu berbahaya. “ Dalam usaha untuk mengembangkan suatu rokok yang “aman”, dengan keterlibatan, bahaya yang sedang ditafsirkan sebagai penerimaan produk yang sekarang tidak aman, dan ini bukan sebuah posisi yang saya pikir kita seharusnya ambil,” dia tulis.
Di antara pabrik-pabrik rokok, penemuan suatu jalan untuk mengurangi racun dari rokok adalah, baik, suatu hasrat terkubur.
Terakhir, rokok yang aman dihalangi oleh kelompok-kelompok yang paling concern terhadap efek kesehatan dari merokok: kelompok anti tembako dan kesehatan public. Usaha-usaha industri rokok berusaha untuk memasarkan rokok yang lebih aman bertemu dengan sengit dengan para aktivis tembako, yang ingin melihat produk-produk berlabel seperti peralatan-peralatan penyampaian nikotin dan ditujukan terhadap pemerintah. Meskipun lawan-lawan dari kelompok kesehatan terhadap suatu rokok aman akan terlihat kontradiksi, ini melahirkan sebuah kehilangan kepercayaan yang amat dalam dari perusahaan –perusahaan rokok, yang mempunyai strategi penyangkalan lewat beberapa tahun sudah tercipta sebuah gap yang berkredibilitas dengan komunitas kesehatan public.
Derby Tar
Para pembuat rokok pertama mulai membuat keributan mengenai rokok lebih aman selama suatu periode di tahun 1950an sekarang diketahui di antara para sejarawan sebagai “derby tar”. Sebagai sebuah hasil dari pertumbuhan public yang concern terhadap rokok dan kesehatan, para pembuat rokok merespon dengan sebuah variasi dari rokok filter baru yang akan seolah-olah mengurangi tingkat kandungan tar. Tetapi kenaikan dari rokok filter adalah lebih sebuah cara pemasaran daripada yang lainnya. Di sana ada sedkit bukti yang menyarankan agar rokok filter lebih sehat ketimbang rokok biasa, dan peneliti-peneliti milik perusahaan perusahaan tembako mengetahui ini menjadi masalah. Sebuah memo tahun 1976 dari Ernest Peples, Brown dan wakil presiden Williams dan dewan penasehat, mencatat bahwa rokok filter bergerak dari kurang dari 1 persen pemasaran di tahun 1950 sampai 87 persen di tahun 1975. Dalam banyak kasus, namun, perokok dari rokok filter sedang mendapat banyak atau lebih nikotin dan tar sebagai dia akan dapat dari sebuah rokok biasa. Dia sudah melepaskan rokok biasa, namun, pada dasar dari mengurangi resiko untuk kesehatan,” tulis Pepples.
Satu dari para pesaingnya di “derby tar”
Bahkan hari ini, banyak perokok berpikir bahwa tar yang rendah atau disebut rokok rokok ultralight atau light adalah lebih bagus untuk mereka dari kekuatan penuh merokok. Karena selain mengurangi kadar rokok juga memelihara tingkat nikotin yang lebih rendah, pembelajaran sudah menunjukkan bahwa perokok yang mengganti kerugian untuk hilangnya nikotin. Para perokok rokok ber tar rendah menghirup nafas lebih dalam, menghisap lebih sering, dan bahkan menutupi lubang-lubang kecil dekat filter yang diletakkan di sana untuk mengurangi jumlah rokok, dan selanjutnya jumlah tar, yang seorang perokok hisap.
Menuju merokok “lebih aman”
Selama 1960 an pembuat rokok mulai pada penelitian ekstensiv untuk menciptakan sebuah rokok aman. Tujuannya adalah untuk megurangi racun yang berasal adri sebuah rokok konvensional tanpa perubahan rasa atau pengalaman merokok. Memo-memo dari periode waktu itu menunjukkan bahwa beberapa perusahaan eksekutif tembako tertarik tidak hanya dalam keuntungan tetapi juga pembuatan produk mereka yang lebih sehat. Tahun 1962, Charles Ellis, seorang peneliti kesekutiv British American Tobacco, mencatat bahwa pengecatan tikus dengan “kondensat rokok segra, lebih sama dengan “segar” merokok menghisap oleh perokok, membuktikan lebih berbahaya dari pada yang lamam mengumpul kondensat sering menggunakan dalam eksperimen.” Kemungkinan ini butuh ketidakcemasan kita, sesungguhnya ini akan berarti bahwa itu benar ada sebuah penjahat secara kimia dari merokok, dan satu, lebih lagi, itu mengalami sebuah reaksi wajar yang lebih cepat ke hal lain. Saya merasa percaya diri bahwa dalam hal ini kita dapat mengidentifikasi substansi-substansi dari grup ini, dan ini akan menjadi berharga hampir semua usaha, dengan perlakuan persiapan, additive dan penyaringan, untuk luput dari nya.
Dokumen-dokumen industri menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tembako memfokus penelitian rokok-aman mereka terhadap beberapa area, termasuk perkembangan tembako sintetik, menaikkan tingkat nikotin dalam rokok ber tar rendah (sehingga perokok tidak harus mengganti rugi untuk kehilangan nikotin ini), dan penyaringan yang selektif dari subtansi paling beracun dalam rokok cigarette, seperti karbonmonoksida. Meneliti ke dalam rokok aman juga sudah focus terhadap pengurangan atan perendahan dari empat tipe campuran kaarciogenik: nitrosamine, secara luas tampak sebagai kanker paling mematikan-menyebabkan pengantar dalam rokok tembako; aldehid, dibentuk dari pembakaran gula-gula dan sellulosa dalam tembako; polycyclic aromatic hidrokarbon (PAH’s), yang terbentuk dalam cigarette dibalik ujung pembakaran; dan bekas hadirnya logam-logam berat dalam tembako sebagai sebuah hasil dari penggunaan penyubur tanaman.
Tetapi meskipun industri optimis mengenai pengurangan secara sederhana unsur racun dari sebuah cigarette, pertanyaan untuk sebuah cigarette aman terbukti menjadi secara teknis dan politik berani menantang. Para peneliti industri sering menemukan jalan mengurangi satu atau dua campuran berbahaya, hanya untuk menemukan bahwa pekerjaan sembarangan mereka baik meningktkan tingkat beberapa campuran berbahaya lain atau secara dramatis mengubah cigarette tersebut agar itu tidak akan diterima oleh para konsumen. Tahun 1975, Brown and Williamson memperkenalkan sebuah cerutu baru, fakta, yang mana sudah dirancang untuk mengurangi campuran-campuran tertentu secara selektif, termasuk cyanide, dari rokok cigarette. Tetapi produk tersebut di tarik dari pemasaran setelah baru dua tahun.
Para ilmuwan juga bereksperimen dengan pengganti tembako, termasuk bahan-bahan yang terbuat dengan serbuk kayu, yang dikatakan untuk kurang racun daripada tembako. Tetapi produk-produk itu berjalan menuju sebuah set baru dari masalah-masalah karena mereka tidak lama natural terdapat produk tembako tetapi tercipta sebuah sintetik tentang kesehatan menuntu dibuat. Itu mengartikan aturan pemerintah memandang pengganti tembako lebih seperti obat-obatan, menujukan mereka untuk sebuah pengaturan morass agar pembuat rokok ingin utnuk hindari. Tahun 1977, sebuah perusahaan tembako inggris, orang-orang kerajaan , Gallaher dan Rothmans, yang dapat menghindari U.S. Food and Drug Administration meneliti dengan cermat, melaunching beberapa versi cigarette terbuat dengan pengganti tembako. Tetapi produk-produk tersebut bertemu dengan ketahanan dari kelompok-kelompok sehat, yang menyangkal cigarette baru tersebut masih belum aman, dan produk tersebut menggelepar dan ditarik setelah baru beberapa bulan.
Effek-effek kesehatan dari merokok.
Sekitar setengah dari semua orang Amerika yang melanjutkan untuk merokok akan mati karena kebisaannya tersebut. Setiap tahun kira-kira 440,000 orang di Amerika Serikat mati dari akibat kematian yang berhubungan dengan merokok. Rokok membunuh lebih orang-orang Amerika dari alcohol, kecelakaan mobil, bunuh diri, AIDS, pembunuhan, dan gabungan obat-obatan illegal.
Kanker
Merokok cigarette terhitung paling kurang 30 % dari kematian kanker. Ini adalah sebuah penyebab utama adri kanker paru-paru, pangkal tenggorokan (kotak suara), rongga mulut, dan pharynx (batabg tenggorokan), esophagus (meneguk pipa yang terhubung ke perut), kandung kemih, dan ini ikut mengkontribusi perkembangan kanker pancreas, rahim, ginjal, perut, dan juga beberapa leukemia.
Merokok bertanggung jawab sekitar 87% kematian kanker paru-paru. Aknker paru-paru adalah penyebab utama kematian karena kanker baik laki-laki maupun perempuan, dan adalah satu dari kanker tersulit untuk diobati. Kanker paru-paru adalah penyakit yang dapat dalam banyak hal dicegah.
Masalah-masalh kesehatan lainnya
Hanya sekitar setengah kematian yang berhubungan dengan merokok adalah berasal adri kematian. Merokok juga penyebab utama dari penyakit jantung, gondok, bronchitis, bengkak paru-paru, dan stroke, dan ini membuat pneumonia dan asma yang buruk.
Penggunaan tembako dapat juga menghancurkan jesehatan reproduktif wanita. Tembako dihubungkan dengan mengurangi kesuburan dan resiko lebih tinggi dari hilangnya sikap diri, kelahiran premature, mati waktu lahir, kematian bayi, dan sebuah penyebab rendahnya berat lahir seorang bayi. Ini juga terkait dengan kemerosotan macular, sebuah penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
Lebih lanjut, merokok dari cigarette (disebut rokok bekas pakai atau merokok tembako sekitar/lngkungan) memiliki efek kesehatan berbahaya terhadap yang mengeluarkan itu. (lihat dokumen American Cancer Society, Secinhand Smoke and Women and Smoking.)
Efeknya terhadap Kuatitas dan kualitan hidup
Berdasarkan pada data terkumpul dari tahun 1995 sampai 1999, CDC memperkirakan bahwa lelaki dewasa kehilangan rata-rata 13,2 tahun dari kehidupannya dan wanita perokok kehilangan 14,5 tahun hidupnya karena merokok.
Tetapi tidak semua masalh kesehatan yang berhubungan dengan rokok menghasilkan kematian. Merokok secara umum mempengaruhi kesehatan perokoknya, membahayakan hampir setiap organ tubuh, dan menyebabkan banyak penyakit. Menu rut CDC tahun2000, sekurangnya 8,6 juta orang mempunyai penyakit kronik karena mereka merokok atau sudah merokok. Banyak dari orang-orang sedang menderita berasal lebih dari satu merokok-berhubungan dengan kondisi merokok. Penyakit yang paling sering terjadi adalah bronchitis kronik, bengkak paru-paru, serangan jantung, stroke dan kanker. Penyakit-penyakit tersebut dapat mencuri kualitas panjang hidup seseorang sebelum mati. Merokok – menghubungkan sakit dapat membatasi aktivitas seseorang dengan membuat ini lebih sulit untuk bernafas, mendapatkan disekeliling, bekerja, atau bermain.
Peduli terhadap diri sendiri
Jika kamu biasa menggunakan tembako dalam banyak hal, sekarang atau masa lalu, bicarakan kesehatanmu kepada provider peduli kesehatan sehingga dia(laki-laki) atau dia (perempuan) yakin bahwa kamu benar peduli kesehatan preventive. Ini diketahui baik bahwa merokok meletakkan kamu pada risiko untuk penyakit terkait resiko tertentu. Ini artinya bagian dari sehatmu sebaiknya focus pada hal yang terkait dengan screening dan pengukuran pencegahan untuk membantu kamu bertahan sesehat mungkin. Contohnya, kamu ingin untuk mencek secara regular bagian dalam mulutmu untuk berbagai perubahan dan mempunyai sebuah ujian oral dengan doctor mu atau dokter gigi jika kamu menemukan ada perubahan atau masalah. American Cancer Society merekomendasikan bahwa check-up secara periodik sebaiknya mencakup pengujian rongga mulut. Dengan melakukan ini pengguna tembako mungkin dapat menemukan perubahan oral dan leukoplakia (bidang kecil pada membrane mulut) lebih awal. Ini mungkin membantu mencegah kanker mulut.
Kamu sebaiknya juga menyadari akan beberapa hal berikut:
Ada perubahan pada batuk (contohnya, kamau batuk lebih berdahak ari biadanya)
Ada batuk baru
Batuk berdarah
Serak/parau
Masalah bernapas
Bunyi menciut-menciut
Sakit kepala
Sakit dada
Kehilangan nafsu makan
Berkurangnya berat badan
Lelah (perasaan lelah setiap waktu)
Infeksi pernapasan
Banyak batuk batuk tersebut ditandai dengan kanker paru-paru atau sejumlah kondisi paru-paru lainnya dan kamu seharusnya melaporkan gejala itu kepada doctor. Namun hal tersebut dapat menjadi tanda dari sebuah masalah, banyak paru-paru tidak menyebabkan gejala-gejala yang dapat dicatat sampai mereka semakin parah dan menyebar ke bagiane lain dari tubuh.
Jika kamu mempunyai perhatian sehat bahwa kamu berpikir mungkin berhubungan dengan rokok cigaretmu, silakan mengertilah kesehatanmu sesegara mungkin. Peduli kesehatanmu dan memperoleh pengobatan untuk masalah kecil akan memberi kamu kesempatan terakhir untuk kesuksesan pengobatanmu. Jalan terbaik, berpikir, untuk peduli kesehatanmu dan menurunkan resikomu untuk hidup-pengobatan masalah paru-paru untuk mengakhiri merokok.
Kandungan dari tembako
Cigaret, cerutu dan air ludah dan pipa tembako terbuiat dari daun tembako kering, sama dengan bahan-bahan yang ditambahkan bumbu penambah rasa da lainnya. Lebih dari 4000 individu secara kimia teridentifikasi dalam tembako dan rokok tembako. Di antara hal-hal tersebut lebih dari 60 kimia yang diketahui ber-karcinogen (agent penyebab kanker)
Ada ratusan subtansi yang ditambahkan ke cigarette oleh pabrik-pabrik untuk menguatkan rasa atau untuk membuat pengalaman merokok lebih menyenangkan. Beberapa dari campuran yang ditemukan dalam tembako rokok mengandung ammonia, tar dan karbonmonoksida. Tepatnya, efek dari unsur-unsur tersebut terhadap kesehatan para perokok tidak diketahui, tetapi disana tidak ada bukti yang menurunkan kandungan tar dari sebuah cigarette meningkatkan resiko kesehatan.
Banyak pabrik-pabrik tidak biasa memberi infromasi ke public mengenai zat adiktif yang digunakan dalam cigarette/rokok, sehingga ini sulit untuk mengetahui resiko kesehatan.
Adiksi Nikotin
Adiksi dikarakterisasikan dengan pengulangan, dengan paksa mencari atau menggunakan sebuah unsur meskipun bahayanya mempengaruhi dan konsekuen. Adiksi didefinisikan secara fisik dan psikologi tergantung pada unsurnya. Nikotin adalah zat adiktif dalam tembako. Biasa menggunakan produk tembako menuju ke adiksi sebuah proporsi tinggi dari pengguna.
Keuntungan dari mengakhir merokok
Nikotin adalah obat yang sangat adiktif. Orang bisanya mencoba mengakhiri banyak waktu sebelum mereka sukses. September 1990, Kepala Jawatan Kesehatan US menguraikan keuntungan dari mengakhir merokok:
Mengakhiri merokok mempunyai keuntungan kesehatan utama dan segera untuk orang dengan dan tanpa merokok-berhubungan penyakit.
Dahulu para perokok hidup lebih panjang daripada perokok berkelanjutan. Contohnya, orang yang mengakhiri merokok sebelum umur 50 mempunyai setengah resiko kematian dalam selanjutnya 15 tahun disbanding dengan orang yang tetap merokok.
Mengakhiri merokok menurunkan resiko kanker paru-paru, kanker lainnya, serangan jantung, stroke, dan penyakit paru-paru kronik seperti bengkak paru-paru dan bronchitis kronik.
Wanita yang berhenti merokok sebelum hamil atau selama 3-4 bulan hamil mengurangi resiko mereka mempunyai bayi dengan berat badan rendah disbanding dengan wantia yang tidak pernah merokok.
Keuntungan sehat dari mengakhiri merokok adalah membuat lebih jauh dari resiko dari perolehan berat badan kecil (biasanya kurang adri 10 pound) atau masalah masalah psikologi dan emosi yang ikut berakhir.
Resiko mu mempunyai kanker paru-paru dan merokok lainnya-berhubungan kanker dipengaruhi oleh seberapa banyak kamu sudah mengekspos rokok cigarette selama hidupmu. Ini diukur dari dengan jumlah rokok yang kamu hisap setiap hari, seberapa tua kamu memulai merokok, dan jumlah tahun kamu sudah merokok. Tak ada jalan untuk menghitung secara akurat resiko seseorang mndapat kanker, tetapi lebih banyak kamu merokok dan lebih lama kamu melakukan itu, semakin besar resikonya.
Berita bagus aresiko memiliki kanker paru-paru dan merokok lain-berhubungan sakit dapat dikurangi jika kamu berhenti merokok. Resiko kanker paru-paru kurang ketimabng orang-orang yang terus merokok dengan sejumlah rokok yang sama setiap hari, dan resiko tersebut menurun sejumlah tahun sejak mengakhiri meningkat.
Orang-orang yang berhenti merokok saat mereka muda mendapat keuntungan kesehatan yang lebih besar dari yang mengakhiri. Yang mengakhirinya pada umur 30 an mereka mungkin terhindar dari resiko terkait penggunaan tembako. Namun, bahkan perokok yang berhenti setelah umur 50 mengurangi resiko mereka dari kematian lebih awal. Argumen yang ini sangat terlambat untuk menghentikan merokok karena kehancuran yang sudah terbuat tidak benar. Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok.
Minggu, 03 Mei 2009
posting perdana
Alhamdulillah, my blogger sudah jadi dengan judul "bagi ilmu". Kenapa judulnya begitu, ya mudah-mudahan, saya bisa berbagi, mungkin nanti isinya kebanyakan hasil download. Meski begitu mudah-mudahan ini bermanfaat. Nanti saya juga akan coba-coba nulis dan posting di sini.
Langganan:
Postingan (Atom)
